Fraksi PDI Perjuangan Minta Penghentian Tunjangan Perumahan DPR, Said Abdullah Tekankan Etik dan Empati Politik
Jakarta,BANTENGPAPUA.COM — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI menegaskan sikap tegasnya terkait wacana tunjangan dan fasilitas tambahan bagi anggota dewan. Menurut Fraksi PDI Perjuangan, politik bukan sekadar soal rasionalitas dan kesepakatan antarfraksi, melainkan harus selalu dihidupi oleh nilai etik, empati, dan simpati.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan bahwa dalam situasi perekonomian nasional yang masih sulit, langkah bijak bagi DPR adalah mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Ia mengingatkan bahwa DPR adalah etalase politik yang selalu terbuka untuk dikritisi publik.
“Ukuran penghapusan atau pemberian tunjangan DPR tidak cukup hanya sebatas kesepakatan antarfraksi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengukur diri. Apakah pantas, ketika rakyat sedang mempertanyakan kinerja DPR, mempertanyakan fungsi kita sebagai penyambung aspirasi, dan ketika rakyat masih harus berjuang di jalanan untuk menyambung hidup, justru kita menerima tunjangan yang jumlahnya sangat luar biasa bagi ukuran rakyat kebanyakan?” tegas Said Abdullah, Minggu (31/8/2025).
Lebih lanjut, Said menekankan bahwa pimpinan Fraksi PDI Perjuangan telah memberi arahan keras kepada seluruh anggota fraksi untuk memiliki sense of crisis, mengedepankan sikap tepo sliro, dan terus mawas diri. Menurutnya, tanpa kesadaran etik tersebut, kepercayaan rakyat terhadap lembaga legislatif akan terus merosot.
“DPR adalah wajah politik yang selalu dipantau rakyat. Karena itu, setiap kebijakan yang tidak patut atau menyimpang pasti akan dipersoalkan. Maka kami di Fraksi PDI Perjuangan menegaskan agar tunjangan perumahan serta fasilitas lain yang berada di luar batas kepatutan segera dihentikan,” ujarnya.

Said menilai, keputusan itu tidak hanya akan menjadi pelajaran penting bagi internal Fraksi PDI Perjuangan, tetapi juga diharapkan menjadi teladan moral bagi seluruh anggota DPR lintas fraksi. “Kami ingin menunjukkan bahwa politik bukan hanya legal formal, tapi juga jiwa, nurani, dan empati terhadap rakyat,” tambahnya.
Dengan sikap ini, Fraksi PDI Perjuangan berharap DPR mampu mengembalikan kepercayaan publik dan memperbaiki citra lembaga legislatif. “Kami berkomitmen menjadikan etika politik sebagai landasan utama perjuangan di parlemen. Politik bukan sekadar menang angka, tetapi bagaimana menghadirkan keberpihakan nyata pada rakyat,” tutup Said.
#PDIPerjuangan
#MenangkanRakyat
#SolidBergerak
#KebenaranPastiMenang



