MERAUKE, BANTENGPAPUA.COM–Pada tanggal 1 Desember 2025, Gelaran politik PDI Perjuangan hari itu seperti arus besar yang bertemu di satu muara. Kota Merauke menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang melibatkan dua provinsi dan belasan kabupaten di Papua.
Acara ini mencakup:
- Konferda Provinsi Papua Selatan
- Konferda Provinsi Papua Pegunungan
- Konfercab Kabupaten Merauke, Boven Digoel
- Konfercab 8 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Pegunungan
Sebuah pertemuan yang tidak hanya menandai dinamika organisasi, tetapi juga arah baru politik kerakyatan di Tanah Papua.
Komarudin Watubun Membuka Acara
Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun hadir langsung dan membuka rangkaian konferensi. Suaranya mengisi ruangan dengan pesan yang mengajak seluruh kader kembali pada hal-hal mendasar: kerja politik yang tertib, kaderisasi yang kuat, serta program yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
“Konferda dan Konfercab ini bukan hanya agenda struktural. Ini adalah ruang untuk menyelaraskan langkah kita — dari provinsi hingga kampung — agar suara dan kerja kita kembali menyentuh rakyat,” tegas Komarudin.
Konsolidasi: Merapikan Barisan Besar
Komarudin mengingatkan bahwa konsolidasi organisasi di dua provinsi baru di Papua memerlukan ketelitian, kesabaran, dan sikap saling menjaga.
Di Papua Selatan dan Papua Pegunungan yang masih dalam fase penataan pemerintahan, ia menekankan pentingnya barisan partai yang solid agar mampu mendukung agenda pembangunan pemerintah daerah.
“Kita merapikan struktur bukan demi partai semata, tetapi untuk menciptakan ruang agar kebijakan kerakyatan bisa berjalan mulus tanpa tersangkut politik internal,” ujarnya.
Kaderisasi Untuk Memperkuat Generasi Politik Baru
Konferda dan Konfercab kali ini juga menjadi arena untuk memperkuat kaderisasi di wilayah yang mencakup 10 kabupaten. Komarudin menyebut bahwa regenerasi politik di Papua harus diarahkan pada lahirnya pemimpin yang bekerja dari bawah: memahami kampung, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Tugas kita menyiapkan pemimpin lokal yang teguh, yang tidak goyah oleh kepentingan sesaat. Kaderisasi bukan urusan memilih orang yang populer, tetapi memilih mereka yang siap bekerja,” katanya.
Program Kerakyatan: Menyentuh Hidup Sehari-hari
Dalam penyampaiannya, Komarudin menegaskan bahwa PDI Perjuangan di Papua selatan dan pegunungan harus memperkuat program kerakyatan yang berfokus pada:
- Penguatan UMKM, pertanian lokal, dan ekonomi kampung
- Perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan, terutama daerah terisolasi
- Pemberdayaan pemuda Papua dalam bidang kreativitas, teknologi, dan lapangan kerja
Ia menekankan bahwa rakyat kini menuntut hasil, bukan sekadar narasi.
“Kita harus hadir dengan program yang bisa dilihat, dirasa, dan diukur dampaknya oleh rakyat,” katanya.
Menyatukan Irama Dua Provinsi dan Belasan Kabupaten
Rangkaian Konferda dan Konfercab ini menjadi ruang sinkronisasi politik antarwilayah: dari pesisir selatan Merauke, ke pedalaman Boven Digoel, hingga pegunungan Curam Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo, Pegunungan Tengah lainnya.
Setiap delegasi membawa persoalan daerahnya masing-masing: infrastruktur, ekonomi lokal, hingga tantangan pemekaran provinsi. Namun semuanya tiba di Merauke dengan satu niat: menebalkan peran partai dalam pembangunan Papua.
Dengan ketukan palu yang sederhana namun sarat makna, Komarudin resmi membuka rangkaian konferensi. Ruangan itu lalu bergerak seperti mesin yang kembali dinyalakan—membawa harapan bahwa konsolidasi politik kali ini menjadi fondasi bagi pembangunan kerakyatan yang lebih nyata di Papua Selatan dan Papua Pegunungan.
Tim Media Bantengpapua.com
