PSU Papua, Suara Rakyat Dialihkan

BTM: Penyelenggara Pilkada Jangan Hapus dan Permainkan Suara Rakyat Papua

Jayapura, Jumat (22/8/2025) – Kandidat Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), mengeluarkan pernyataan politik keras terkait dugaan penghapusan dan manipulasi suara rakyat dalam penyelenggaraan Pilkada Papua.

BTM menegaskan bahwa demokrasi di Papua tengah berada dalam bahaya jika penyelenggara Pilkada tidak menjunjung tinggi integritas.

“Suara rakyat Papua seharusnya menjadi tanda kehidupan bagi demokrasi. Namun, dengan mudah mereka menghapusnya menggunakan cairan putih, seolah suara itu tak pernah ada. Inilah saat ketika demokrasi perlahan mati di atas tanah Papua. Tetapi ingat, suara rakyat tidak bisa dihapus begitu saja, karena ia akan terus hidup—dalam hati, dalam perjuangan, dan dalam kebenaran,” tegas BTM.

Lebih lanjut, BTM menilai tindakan penghapusan dan permainan suara rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi dan kedaulatan rakyat. Ia mendesak penyelenggara Pilkada agar tidak bermain-main dengan suara rakyat, karena konsekuensinya bukan hanya mencederai Pilkada, tetapi juga merusak masa depan demokrasi di Tanah Papua.

BTM juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada rakyat Papua yang telah memberikan dukungan penuh dan menyalurkan aspirasi politiknya dengan damai. “Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Papua yang tetap setia menjaga demokrasi. Suara kalian adalah amanah dan akan terus kami perjuangkan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, BTM menyerukan kepada rakyat Papua untuk tetap tenang, bersatu, dan menjaga situasi tetap damai. “Saya mengajak seluruh rakyat Papua untuk tidak terprovokasi. Mari kita jaga kedamaian di tanah ini. Kita kawal demokrasi dengan hati yang teguh, pikiran yang jernih, dan semangat persatuan,” pungkasnya.

Related posts