Yohanis Yamkin, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Inisiasi peletakan batu pertama Pembangunan Goa Maria Tujuh Kedukaan Kristus Bangkit Iwur
Iwur, 14 September 2025 – Umat Katolik Paroki Kristus Bangkit Iwur melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Goa Maria “Tujuh Kedukaan Kristus Bangkit” pada Hari Minggu, 14 September 2025. Acara ini diprakarsai oleh Yohanis Yamkin, Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang dari Fraksi PDI Perjuangan, yang menjadi inisiator utama pembangunan sarana rohani tersebut.
Salah satu elemen penting dari pembangunan Goa Maria ini adalah hadirnya patung Bunda Maria setinggi 180 cm, yang dipesan khusus dari perajin patung Katolik di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Patung tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Yohanis Yamkin dengan dana pribadi, kemudian dikirim ke Pegunungan Bintang untuk ditempatkan di Goa Maria Paroki Kristus Bangkit Iwur.
Dalam sambutannya, Yohanis Yamkin menegaskan bahwa patung ini bukan sekadar karya seni, melainkan persembahan iman yang lahir dari doa dan syukur.
“Patung Bunda Maria ini saya persembahkan sebagai wujud syukur atas Doa Novena yang saya jalani selama tujuh hari. Ini adalah ungkapan iman saya, dan saya berharap dapat menjadi berkat bagi seluruh umat Paroki Kristus Bangkit Iwur,” ujarnya.
Acara peletakan batu pertama diawali dengan ibadat syukur yang dipimpin pastor paroki, disaksikan umat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Momen ini menandai awal lahirnya sebuah karya iman baru yang akan menjadi pusat doa dan ziarah di wilayah perbatasan Pegunungan Bintang.
Selain memperkokoh iman umat, Goa Maria “Tujuh Kedukaan Kristus Bangkit” juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata rohani. Keberadaannya diharapkan dapat menarik peziarah dari berbagai daerah, memperkenalkan keindahan alam Pegunungan Bintang, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Acara ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bahan bangunan secara simbolis oleh umat sebagai tanda dukungan penuh terhadap proses pembangunan.
Goa Maria ini diproyeksikan menjadi ikon religius baru di Kabupaten Pegunungan Bintang, sekaligus memperkuat identitas iman umat Katolik di wilayah perbatasan melalui semangat doa, gotong royong, dan pengharapan.
