Papua Berdiri dengan Kepala Tegak Bersama Generasi Mudanya

banner 468x60

Benhur Tommy Mano Dorong Generasi Z dan Milenial Menulis Ulang Masa Depan Papua

Papua hari ini berdiri dengan kepala tegak. Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus globalisasi, generasi muda Papua—baik generasi Z maupun milenial—muncul sebagai kekuatan baru yang tak lagi ingin hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah bangsanya.

Ketua Bapilu DPD PDI Perjuangan Papua yang juga kandidat calon Gubernur Papua, Benhur Tommy Mano (BTM), melihat perubahan itu sebagai tanda lahirnya babak baru bagi tanah Papua. Baginya, masa depan Papua bukan sekadar tentang pembangunan fisik atau infrastruktur, tetapi tentang menumbuhkan manusia yang merdeka dalam berpikir, berkarya, dan bermimpi.

“Generasi muda Papua hari ini tidak hanya mewarisi tanah ini, tetapi juga menulis ulang masa depannya. Mereka punya semangat baru—semangat untuk membangun Papua dari hati,” ujar BTM dalam satu kesempatan di Jayapura.

Mimpi, Bukan Sekadar Harapan

BTM menilai generasi muda Papua kini tumbuh dalam lingkungan yang lebih terbuka, dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, teknologi, dan jejaring sosial. Kondisi ini melahirkan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, berani menyuarakan gagasan, dan tak takut tampil di ruang publik.

Menurutnya, inilah generasi yang harus menjadi subjek, bukan objek pembangunan. Mereka tidak boleh hanya “disiapkan untuk menerima”, tetapi harus “diberi ruang untuk mencipta”.

“Kemerdekaan sejati bagi Papua adalah kemerdekaan untuk berpikir dan berkarya. Ketika anak muda Papua berani berinovasi, berani mencipta hal-hal baru untuk masyarakatnya, itulah bentuk kemerdekaan yang sesungguhnya,” tegas BTM.

Papua Muda: Kreatif, Cerdas, dan Cinta Tanahnya

Dalam pandangan BTM, masa depan Papua akan sangat ditentukan oleh seberapa besar ruang yang diberikan kepada generasi mudanya. Ia menyoroti banyak inisiatif lokal anak muda yang mulai tumbuh di berbagai daerah, dari gerakan pendidikan berbasis komunitas, wirausaha sosial, hingga inovasi digital.

Baginya, semua itu adalah tanda-tanda positif bahwa generasi muda Papua sedang bangkit. Mereka hadir dengan cara berpikir baru, penuh energi positif, dan berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan serta cinta tanah leluhur.

“Semangat mereka adalah semangat kemerdekaan dalam bentuk baru,” katanya. “Kalau dulu kita berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan, kini kita berjuang mengisi kemerdekaan dengan gagasan dan karya.”

BTM dan Gagasan “Membangun dari Hati”

Sebagai tokoh yang lahir dan besar di Jayapura, BTM dikenal luas karena pendekatannya yang humanis dan tegas. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya pembangunan yang berpihak pada manusia Papua.

Baginya, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari seberapa banyak bangunan berdiri, melainkan dari seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan rakyat. Karena itu, BTM mendorong konsep “Membangun dari Hati”, sebuah filosofi kepemimpinan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari segala kebijakan.

“Kalau hati kita benar, maka pembangunan juga akan benar. Dari hati, kita bisa melihat rakyat bukan sebagai angka, tapi sebagai sesama manusia yang ingin hidup sejahtera,” ujarnya.

Papua yang Berdiri Tegak

BTM percaya, jika semangat muda Papua terus dipupuk, maka dalam beberapa tahun ke depan, Papua akan menjadi daerah yang tidak hanya kaya secara alam, tetapi juga kaya dalam gagasan dan inovasi.

Papua akan berdiri dengan kepala tegak—bukan karena kekayaan alamnya semata, tetapi karena manusia-manusianya yang tangguh, kreatif, dan berdaya.

“Papua yang berdiri tegak adalah Papua yang dibangun dari hati. Dan hati itu kini ada pada generasi mudanya,” tutup Benhur Tommy Mano dengan penuh keyakinan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *